Dalam pengertian Visual Foxpro, database ada kumpulan beberapa tabel, view atau connection. File database dalam VFP diberi ekstensi *.DBC
Tabel adalah file berekstensi *.DBF yang digunakan untuk menyimpan data. Tabel ini kelak dapat berupa bagian dari database atau berdiri sendiri sebagai tabel lepas.
View merupakan tabel yang dibentuk dengan mengambil sebagian/seluruh field dari satu/beberapa tabel /view yang lain. Biasa digunakan untuk menampung beberapa informasi dari beberapa tabel dalam satu tabel/view saja. File view diberi ekstensi *.VUE
Connection adalah penghubung antara tabel pada Visual Foxpro dengan data dari sumber lain yang formatnya berbeda, misal Oracle, Access, Excel, Foxpro, Dbase, dan lain-lain.
Visual Foxpro adalah salah satu sistem manajemen database serta sekaligus program pembangun aplikasi database yang handal. Visual foxpro membantu kita dalam mengolah dan mengelola suatu database yang baik dan sederhana hingga kompleks dan berskala besar. Mulai dari membuat, mengolah , mengorganisir, sampai mengakses data, visual foxpro mampu melakukannya dengan cepat dan mudah.
Disamping itu Visual Foxpro adalah pengembangan dari versi Foxpro yang ada sebelumnya, sehingga perintah-perintah yang ada pada Visual Foxpro masih relatif sama dengan perintah dalam Foxpro. Dengan menggunakan perangkat lunak ini, pembuatan program aplikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Pembuatan antarmuka (interface) kepada pemakai yang bersifat menarik dan mudah dipakai dapat dibuat secara visual, dan tanpa harus menuliskan banyak kode. Laporan, menu, dan hal-hal lain yang erat kaitannya dengan suatu aplikasi juga dapat dibuat dengan mudah, sehingga akan terasa sekali bahwa VFP dapat meningkatkan produktivitas pemrogram.
Secara garis besar, Visual Foxpro yang memungkinkan kita:
-Merancang sendiri format penyimpanan informasi
-Menyimpan data dalam jumlah besar
- Menata data dalam bentuk tabel
- Mendapatkan informasi berdasarkan kriteria yang kita tentukan (Query)
-Merancang sendiri form untuk memasukkan data ke dalam tabel
-Mengolah data menjadi informasi dan menyajikannya dalam bentuk laporan
- Merangkai berbagai unsur penggunaan di dalamnya menjadi suatu aplikasi
Kemampuan dari spesifikasi Visual Foxpro 6
Spesifikasi Maksimum
Jumlah record per tabel 1 milyar
Ukuran file tabel 2 giga byte
Jumlah karakter per record 65500
Jumlah field per record 255
Jumlah tabel aktif dalam saat
yang sama 2551
Jumlah karakter per field 254
Ukuran field numerik 20 digit
Presisi perhitungan numerik 16 digit
*Peralatan Yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan Visual Foxpro 6.0 minimal :
Komputer PC Pentium 233 MMX
Monitor SVGA/Card VGA 1 MB
Minimal 32 MB RAM
Hard Disk Minimal 4.3 GB
Sistem Operasi Windows 95/98
Bahasa Pemrograman Microsoft Visual Foxpro 6.0
*Komponen Pendukung Visual Foxpro
Microsoft VFP sebenarnya bukan merupakan satu perangkat lunak tunggal, melainkan terdiri dari sejumlah aplikasi pengembang yang bergabung menjadi satu. Secara ringkas aplikasi yang disediakan Visual Foxpro adalah sebagai berikut:
-Database Designer
-Table Designer
-Query Designer
-View Designer
-Form Designer
- Menu Designer
- Class Designer
- Program Editor
-Report Designer
- Project Manager
- Debugger
Jumat, 07 Januari 2011
FIREBIRD
Inprise (sekarang Borland) merupakan satu dari perusahaan komersil pertama yang merilis sebuah database di bawah Open Source license, ketika mereka melakukannya dengan produk Interbase mereka pada awal tahun 2000. Interbase 6 dirilis dalam varian Mozilla license. Borland telah merilis versi 6.5, 7, 7.1 dan 7.5 dari produk komersilnya, namun Firebird terus mengembangkan basis Interbase 6.0 source code. Firebird memiliki user base kecil namun aktif, dan hingga saat ini, selalu dilupakan dalam perdebatan antara MySQL melawan PostgreSQL. Firebird selalu lebih banyak memiliki fitur ketimbang MySQL, dan tidak seperti PostgreSQL, ia selalu berjalan dengan baik pada Windows serta Linux dan varian ‘Nix lainnya. Firebird bagaimanapun dahulu merupakan sesuatu yang menegangkan bagi Borland ketika tiba saatnya melepaskan rilis, ketika saat itu mereka tidak merilis semua elemen, dan ketika build script bahkan tidak bekerja! Kekurangan yang paling nyata waktu itu adalah replication engine (walaupun Firebird memiliki fitur lanjutan, yang menjaga identical copy dari live database). Ada proyek yang terjadi, banyak yang komersil, namun Open Source-nya sendiri terlihat tidak matang, atau terintegrasi ke dalam Firebird code utama. Firebird development relatif lambat. Dengan versi 1.5 yang sekarang telah dirilis tujuan utamanya pada rewriting code dalam C++ (dari C), dan tidak menambahkan banyak fitur baru. Bagaimanapun, Firebird merupakan DBMS yang relatif matang untuk digunakan, dan tujuannya menetapkan peletakan kembali Oracle dan SQL server dalam aplikasi komersil.
Tersedia dua pilihan: Classic dan Super Server. Super server menurunkan intensifitas resources, dan lebih tersedia untuk environment bervolume tinggi (seperti yang sering difokuskan oleh development). Ada juga 3 varian SQL, yang bervariasi dalam tingkatan berbeda sesuai standar ANSI. Firebird memiliki user-base yang loyakl, dan merupakan produk bagus untuk bekerja dengannya, dan jika ia dapat meningkatkan kecepatan development-nya, seperti juga meningkatkan marketing-nya, akan menjadi pesaing yang kuat.
Inprise (sekarang Borland) merupakan satu dari perusahaan komersil pertama yang merilis sebuah database di bawah Open Source license, ketika mereka melakukannya dengan produk Interbase mereka pada awal tahun 2000. Interbase 6 dirilis dalam varian Mozilla license. Borland telah merilis versi 6.5, 7, 7.1 dan 7.5 dari produk komersilnya, namun Firebird terus mengembangkan basis Interbase 6.0 source code. Firebird memiliki user base kecil namun aktif, dan hingga saat ini, selalu dilupakan dalam perdebatan antara MySQL melawan PostgreSQL. Firebird selalu lebih banyak memiliki fitur ketimbang MySQL, dan tidak seperti PostgreSQL, ia selalu berjalan dengan baik pada Windows serta Linux dan varian ‘Nix lainnya. Firebird bagaimanapun dahulu merupakan sesuatu yang menegangkan bagi Borland ketika tiba saatnya melepaskan rilis, ketika saat itu mereka tidak merilis semua elemen, dan ketika build script bahkan tidak bekerja! Kekurangan yang paling nyata waktu itu adalah replication engine (walaupun Firebird memiliki fitur lanjutan, yang menjaga identical copy dari live database). Ada proyek yang terjadi, banyak yang komersil, namun Open Source-nya sendiri terlihat tidak matang, atau terintegrasi ke dalam Firebird code utama. Firebird development relatif lambat. Dengan versi 1.5 yang sekarang telah dirilis tujuan utamanya pada rewriting code dalam C++ (dari C), dan tidak menambahkan banyak fitur baru. Bagaimanapun, Firebird merupakan DBMS yang relatif matang untuk digunakan, dan tujuannya menetapkan peletakan kembali Oracle dan SQL server dalam aplikasi komersil.
Tersedia dua pilihan: Classic dan Super Server. Super server menurunkan intensifitas resources, dan lebih tersedia untuk environment bervolume tinggi (seperti yang sering difokuskan oleh development). Ada juga 3 varian SQL, yang bervariasi dalam tingkatan berbeda sesuai standar ANSI. Firebird memiliki user-base yang loyakl, dan merupakan produk bagus untuk bekerja dengannya, dan jika ia dapat meningkatkan kecepatan development-nya, seperti juga meningkatkan marketing-nya, akan menjadi pesaing yang kuat.
sumber:http://getux.com/2005/08/24/open-source-databases/
Tersedia dua pilihan: Classic dan Super Server. Super server menurunkan intensifitas resources, dan lebih tersedia untuk environment bervolume tinggi (seperti yang sering difokuskan oleh development). Ada juga 3 varian SQL, yang bervariasi dalam tingkatan berbeda sesuai standar ANSI. Firebird memiliki user-base yang loyakl, dan merupakan produk bagus untuk bekerja dengannya, dan jika ia dapat meningkatkan kecepatan development-nya, seperti juga meningkatkan marketing-nya, akan menjadi pesaing yang kuat.
Inprise (sekarang Borland) merupakan satu dari perusahaan komersil pertama yang merilis sebuah database di bawah Open Source license, ketika mereka melakukannya dengan produk Interbase mereka pada awal tahun 2000. Interbase 6 dirilis dalam varian Mozilla license. Borland telah merilis versi 6.5, 7, 7.1 dan 7.5 dari produk komersilnya, namun Firebird terus mengembangkan basis Interbase 6.0 source code. Firebird memiliki user base kecil namun aktif, dan hingga saat ini, selalu dilupakan dalam perdebatan antara MySQL melawan PostgreSQL. Firebird selalu lebih banyak memiliki fitur ketimbang MySQL, dan tidak seperti PostgreSQL, ia selalu berjalan dengan baik pada Windows serta Linux dan varian ‘Nix lainnya. Firebird bagaimanapun dahulu merupakan sesuatu yang menegangkan bagi Borland ketika tiba saatnya melepaskan rilis, ketika saat itu mereka tidak merilis semua elemen, dan ketika build script bahkan tidak bekerja! Kekurangan yang paling nyata waktu itu adalah replication engine (walaupun Firebird memiliki fitur lanjutan, yang menjaga identical copy dari live database). Ada proyek yang terjadi, banyak yang komersil, namun Open Source-nya sendiri terlihat tidak matang, atau terintegrasi ke dalam Firebird code utama. Firebird development relatif lambat. Dengan versi 1.5 yang sekarang telah dirilis tujuan utamanya pada rewriting code dalam C++ (dari C), dan tidak menambahkan banyak fitur baru. Bagaimanapun, Firebird merupakan DBMS yang relatif matang untuk digunakan, dan tujuannya menetapkan peletakan kembali Oracle dan SQL server dalam aplikasi komersil.
Tersedia dua pilihan: Classic dan Super Server. Super server menurunkan intensifitas resources, dan lebih tersedia untuk environment bervolume tinggi (seperti yang sering difokuskan oleh development). Ada juga 3 varian SQL, yang bervariasi dalam tingkatan berbeda sesuai standar ANSI. Firebird memiliki user-base yang loyakl, dan merupakan produk bagus untuk bekerja dengannya, dan jika ia dapat meningkatkan kecepatan development-nya, seperti juga meningkatkan marketing-nya, akan menjadi pesaing yang kuat.
sumber:http://getux.com/2005/08/24/open-source-databases/
database desktop paradox
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
Struktur field pada Paradox 7 :
1. Field Name
Field Name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel. Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :
• Panjang maksimum 25 karakter
• Tidak boleh diawai dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
• Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama
• Tidak boleh menggunakan tanda koma (,), tanda pipe (|), dan tanda seru (!)
• Hindari kata-kata yang merupakan perintah SQL
2. Type
Digunakan untuk menetukan tipe data yang dapat ditampung dalam field.
3. Size
Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.
4. Key
Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom. Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidaka boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.
Paradoks adalah sistem manajemen database relasional saat ini diterbitkan oleh Corel Corporation. Awalnya dirilis untuk DOS oleh Ansa Software, tapi versi Windows dirilis oleh Borland pada tahun 1992.
Paradox Untuk DOS
Paradox untuk DOS adalah sistem manajemen database relasional aslinya ditulis oleh Richard Schwartz dan Robert Shostak, dan dirilis oleh perusahaan mereka Ansa Software pada tahun 1985. Pada bulan September 1987, Borland dibeli Ansa Software, termasuk / mereka software DOS Paradox 2.0. versi klasik terkenal adalah 3,5 dan 4,5. Versi sampai 3.5 adalah evolusi dari 1,0. Versi 4.0 dan 4,5 telah retooled di Borland C + + windowing toolkit dan menggunakan skema akses memori yang berbeda diperpanjang.
Paradoks / DOS adalah database berbasis DOS sukses akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. Pada waktu itu, dBase dan klon xBase nya (FOxPro, Clipper) mendominasi pasar. pesaing terkenal lainnya adalah Clarion, DataEase, R: Base, dan DataFlex.
Fitur yang membedakan Paradox / DOS adalah:
• Sebuah Query visual dengan implementasi Contoh yang didukung oleh mesin AI.
• Efektif penggunaan memori (konvensional serta diperpanjang / diperluas) – tabel data caching dan terutama, indeks yang menyebabkan Paradox untuk melaksanakan tugas-tugas yang sangat cepat dalam kontras dengan keterampilan eksplisit diperlukan untuk optimasi kinerja xBase. [1]
• Sebuah bahasa pemrograman inovatif Paradox Aplikasi Bahasa (PAL) yang dibaca, kuat, dan dapat direkam dari tindakan keyboard (bukan seperti perekaman makro Lotus 1-2-3).
• Lotus menu seperti teks dan jendela yang merupakan antarmuka asli (kontras dengan dBase yang memiliki antarmuka baris perintah dengan menu berlapis di atas).
• Khususnya di Paradox 1.0, dan 2.0 pengguna dan manual pemrograman memenangkan penghargaan dibaca [rujukan?] – Deras diilustrasikan mereka, baik meletakkan dan penjelasan ditulis dalam bahasa Inggris umum.
Paradox Untuk Windows
Paradox untuk Windows adalah produk jelas berbeda dihasilkan oleh tim yang berbeda dari pemrogram. Meskipun fitur utama dari produk DOS, QBE dan mesin database, adalah port menjaga kode DOS, ada sebuah terobosan besar dalam kompatibilitas dari PAL ke ObjectPAL dan perpindahan ke metafora desain GUI untuk Formulir dan Laporan. Perubahan ObjectPAL kontroversial tapi terpaksa karena PAL didasarkan pada tindakan merekam keystroke yang tidak setara di Windows. Sebuah bahasa pemrograman berbasis berdasarkan ide dari Hypercard digunakan di tempat merekam keystroke. Bentuk-bentuk dan Laporan desainer digunakan perangkat independen scaling termasuk kemampuan untuk bekerja dalam mode yang diperbesar untuk tata letak rinci. Hak-klik mouse digunakan untuk mengakses Formulir dan properti Laporan, terinspirasi oleh Xerox Alto dan Smalltalk, dengan cara yang sekarang hampir universal untuk program Windows. The ObjectPAL adalah (seperti Hypercard) terkait dengan objek visual – juga mengungkapkan dengan klik kanan. Properti inspeksi dan alat-alat tata letak bisa “ditempelkan up” untuk tinggal di layar, ide yang dipinjam dari NeXT dan sekarang cukup banyak digunakan pada Windows.
Untuk tahun pertama sekitar pembangunan kode berorientasi obyek ditulis dalam C dibantu oleh macro, sampai Turbo C + + yang tersedia di titik mana sisa bagian kode ditulis dalam C + +. Para manajer produk sampai pengiriman versi 1.0 Joe Duncan. Pengembangan dan tim QA berjumlah sekitar 30 orang.
Kedua Paradox untuk Windows dan Quattro Pro untuk Windows, sebuah proyek erat terkait, mulai pembangunan menggunakan versi beta dari Windows 3.0, pada musim semi 1990. Paradoks / Windows berakhir sampai tertunda sekitar satu tahun di luar rencana semula, pengiriman tahun 1993 awal. Alasan yang banyak, tapi tidak sepenuhnya mengejutkan untuk penulisan ulang besar, dalam bahasa OO dengan alat baru, beralih ke paradigma GUI, pada dasarnya apa yang sistem operasi versi pertama. Namun hal ini merupakan masalah besar bagi perusahaan dan Microsoft Access Pengarungan berhasil beberapa bulan menjelang Paradox untuk Windows, pemasaran utama dimenangkan oleh Microsoft.
Pada tahun 1990 Borland juga mulai bekerja pada sebuah tiruan dBASE internal untuk kedua DOS dan Windows, ditulis dalam assembler, yang direncanakan untuk kapal pada tahun 1992. Pada awal tahun 1992 menjadi jelas bahwa Ashton-Tate dalam kesulitan pada pengembangan versi Windows produk mereka dan diaktifkan Borland rencana, bukan mengakuisisi perusahaan dan pengurapan proyek internal mereka sebagai penerus resmi. Bagian dari akuisisi Ashton-Tate adalah database Interbase dan diputuskan bahwa Paradox / W harus dapat bekerja dengan Interbase serta mesin Paradox dan hal ini menyebabkan terciptanya sebuah mesin IDAPI berbasis di sekitar Interbase.
Meskipun padat tindak pada versi dengan perbaikan untuk kegunaan untuk pengguna entry-level, Paradox memudar dari pasar. Tersebut termasuk dalam penjualan produk-produk Borland ke WordPerfect, yang pada gilirannya dijual kembali sebagai WordPerfect masuk ke produk-produk keuangan, dan pada saat saat menulis Paradox untuk Windows, WordPerfect dan Quattro Pro untuk Windows semua dimiliki oleh Corel dan dijual sebagai bagian suite kantor mereka. dBASE untuk Windows datang terlambat untuk menjadi pemain signifikan di pasar Windows, paling dBASE programmer saat itu telah pindah ke Microsoft FoxBASE, alat database yang sangat mirip. Borland sendiri mempertahankan Interbase / server IDAPI dan memfokuskan upaya pada alat nya Delphi yang selama bertahun-tahun memberinya sebuah berpengaruh tapi kecil bagian dari pasar data berorientasi pengembang.
Corel Paradox
Corel memperoleh hak tertentu untuk mengembangkan dan memasarkan Paradox pada pertengahan tahun 90-an dan merilis Corel Paradox 8 pada tahun 1997. Paradoks ini juga dibundel dalam versi profesional yang WordPerfect Office suite. Hal ini telah merilis versi Office Professional Edition 9, 10, 11, 12, X3 dan X4. Versi terbaru dari Paradoks dirilis oleh Corel adalah 11.0.0.663 yang dipaketkan dengan Service Pack 1 X4
Paradox Users
Ada Paradox basis pengguna yang kuat, terutama berpusat di sekitar Komunitas Paradox dan newsgroup yang berhubungan. Banyak yang merasa dikecewakan oleh Borland dan Corel karena mereka percaya bahwa Paradox lebih unggul daripada semua DBMSes desktop lain di sekitar. [Rujukan?]
Meskipun ada banyak penggemar ObjectPAL, bahasa pemrograman untuk Paradox / Windows, PAL / script DOS tidak dapat dengan mudah bermigrasi; model objek dan peristiwa-benar berbeda memaksa pengembang menggunakan PAL untuk menulis ulang sepenuhnya aplikasi database mereka.
Struktur field pada Paradox 7 :
1. Field Name
Field Name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel. Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :
• Panjang maksimum 25 karakter
• Tidak boleh diawai dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
• Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama
• Tidak boleh menggunakan tanda koma (,), tanda pipe (|), dan tanda seru (!)
• Hindari kata-kata yang merupakan perintah SQL
2. Type
Digunakan untuk menetukan tipe data yang dapat ditampung dalam field.
3. Size
Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.
4. Key
Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom. Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidaka boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.
Paradoks adalah sistem manajemen database relasional saat ini diterbitkan oleh Corel Corporation. Awalnya dirilis untuk DOS oleh Ansa Software, tapi versi Windows dirilis oleh Borland pada tahun 1992.
Paradox Untuk DOS
Paradox untuk DOS adalah sistem manajemen database relasional aslinya ditulis oleh Richard Schwartz dan Robert Shostak, dan dirilis oleh perusahaan mereka Ansa Software pada tahun 1985. Pada bulan September 1987, Borland dibeli Ansa Software, termasuk / mereka software DOS Paradox 2.0. versi klasik terkenal adalah 3,5 dan 4,5. Versi sampai 3.5 adalah evolusi dari 1,0. Versi 4.0 dan 4,5 telah retooled di Borland C + + windowing toolkit dan menggunakan skema akses memori yang berbeda diperpanjang.
Paradoks / DOS adalah database berbasis DOS sukses akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. Pada waktu itu, dBase dan klon xBase nya (FOxPro, Clipper) mendominasi pasar. pesaing terkenal lainnya adalah Clarion, DataEase, R: Base, dan DataFlex.
Fitur yang membedakan Paradox / DOS adalah:
• Sebuah Query visual dengan implementasi Contoh yang didukung oleh mesin AI.
• Efektif penggunaan memori (konvensional serta diperpanjang / diperluas) – tabel data caching dan terutama, indeks yang menyebabkan Paradox untuk melaksanakan tugas-tugas yang sangat cepat dalam kontras dengan keterampilan eksplisit diperlukan untuk optimasi kinerja xBase. [1]
• Sebuah bahasa pemrograman inovatif Paradox Aplikasi Bahasa (PAL) yang dibaca, kuat, dan dapat direkam dari tindakan keyboard (bukan seperti perekaman makro Lotus 1-2-3).
• Lotus menu seperti teks dan jendela yang merupakan antarmuka asli (kontras dengan dBase yang memiliki antarmuka baris perintah dengan menu berlapis di atas).
• Khususnya di Paradox 1.0, dan 2.0 pengguna dan manual pemrograman memenangkan penghargaan dibaca [rujukan?] – Deras diilustrasikan mereka, baik meletakkan dan penjelasan ditulis dalam bahasa Inggris umum.
Paradox Untuk Windows
Paradox untuk Windows adalah produk jelas berbeda dihasilkan oleh tim yang berbeda dari pemrogram. Meskipun fitur utama dari produk DOS, QBE dan mesin database, adalah port menjaga kode DOS, ada sebuah terobosan besar dalam kompatibilitas dari PAL ke ObjectPAL dan perpindahan ke metafora desain GUI untuk Formulir dan Laporan. Perubahan ObjectPAL kontroversial tapi terpaksa karena PAL didasarkan pada tindakan merekam keystroke yang tidak setara di Windows. Sebuah bahasa pemrograman berbasis berdasarkan ide dari Hypercard digunakan di tempat merekam keystroke. Bentuk-bentuk dan Laporan desainer digunakan perangkat independen scaling termasuk kemampuan untuk bekerja dalam mode yang diperbesar untuk tata letak rinci. Hak-klik mouse digunakan untuk mengakses Formulir dan properti Laporan, terinspirasi oleh Xerox Alto dan Smalltalk, dengan cara yang sekarang hampir universal untuk program Windows. The ObjectPAL adalah (seperti Hypercard) terkait dengan objek visual – juga mengungkapkan dengan klik kanan. Properti inspeksi dan alat-alat tata letak bisa “ditempelkan up” untuk tinggal di layar, ide yang dipinjam dari NeXT dan sekarang cukup banyak digunakan pada Windows.
Untuk tahun pertama sekitar pembangunan kode berorientasi obyek ditulis dalam C dibantu oleh macro, sampai Turbo C + + yang tersedia di titik mana sisa bagian kode ditulis dalam C + +. Para manajer produk sampai pengiriman versi 1.0 Joe Duncan. Pengembangan dan tim QA berjumlah sekitar 30 orang.
Kedua Paradox untuk Windows dan Quattro Pro untuk Windows, sebuah proyek erat terkait, mulai pembangunan menggunakan versi beta dari Windows 3.0, pada musim semi 1990. Paradoks / Windows berakhir sampai tertunda sekitar satu tahun di luar rencana semula, pengiriman tahun 1993 awal. Alasan yang banyak, tapi tidak sepenuhnya mengejutkan untuk penulisan ulang besar, dalam bahasa OO dengan alat baru, beralih ke paradigma GUI, pada dasarnya apa yang sistem operasi versi pertama. Namun hal ini merupakan masalah besar bagi perusahaan dan Microsoft Access Pengarungan berhasil beberapa bulan menjelang Paradox untuk Windows, pemasaran utama dimenangkan oleh Microsoft.
Pada tahun 1990 Borland juga mulai bekerja pada sebuah tiruan dBASE internal untuk kedua DOS dan Windows, ditulis dalam assembler, yang direncanakan untuk kapal pada tahun 1992. Pada awal tahun 1992 menjadi jelas bahwa Ashton-Tate dalam kesulitan pada pengembangan versi Windows produk mereka dan diaktifkan Borland rencana, bukan mengakuisisi perusahaan dan pengurapan proyek internal mereka sebagai penerus resmi. Bagian dari akuisisi Ashton-Tate adalah database Interbase dan diputuskan bahwa Paradox / W harus dapat bekerja dengan Interbase serta mesin Paradox dan hal ini menyebabkan terciptanya sebuah mesin IDAPI berbasis di sekitar Interbase.
Meskipun padat tindak pada versi dengan perbaikan untuk kegunaan untuk pengguna entry-level, Paradox memudar dari pasar. Tersebut termasuk dalam penjualan produk-produk Borland ke WordPerfect, yang pada gilirannya dijual kembali sebagai WordPerfect masuk ke produk-produk keuangan, dan pada saat saat menulis Paradox untuk Windows, WordPerfect dan Quattro Pro untuk Windows semua dimiliki oleh Corel dan dijual sebagai bagian suite kantor mereka. dBASE untuk Windows datang terlambat untuk menjadi pemain signifikan di pasar Windows, paling dBASE programmer saat itu telah pindah ke Microsoft FoxBASE, alat database yang sangat mirip. Borland sendiri mempertahankan Interbase / server IDAPI dan memfokuskan upaya pada alat nya Delphi yang selama bertahun-tahun memberinya sebuah berpengaruh tapi kecil bagian dari pasar data berorientasi pengembang.
Corel Paradox
Corel memperoleh hak tertentu untuk mengembangkan dan memasarkan Paradox pada pertengahan tahun 90-an dan merilis Corel Paradox 8 pada tahun 1997. Paradoks ini juga dibundel dalam versi profesional yang WordPerfect Office suite. Hal ini telah merilis versi Office Professional Edition 9, 10, 11, 12, X3 dan X4. Versi terbaru dari Paradoks dirilis oleh Corel adalah 11.0.0.663 yang dipaketkan dengan Service Pack 1 X4
Paradox Users
Ada Paradox basis pengguna yang kuat, terutama berpusat di sekitar Komunitas Paradox dan newsgroup yang berhubungan. Banyak yang merasa dikecewakan oleh Borland dan Corel karena mereka percaya bahwa Paradox lebih unggul daripada semua DBMSes desktop lain di sekitar. [Rujukan?]
Meskipun ada banyak penggemar ObjectPAL, bahasa pemrograman untuk Paradox / Windows, PAL / script DOS tidak dapat dengan mudah bermigrasi; model objek dan peristiwa-benar berbeda memaksa pengembang menggunakan PAL untuk menulis ulang sepenuhnya aplikasi database mereka.
MS.Access
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.
Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
sejarah
Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993 Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan system operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basisdata dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh drive perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilisVisual Basic for Applications (VBA).
Versi
Tanggal Nama versi Nomor versi Sistem operasi yang didukung Versi Microsoft Office
1992 Microsoft Access 1.1 1 Microsoft Windows
T/A
1993 Microsoft Access 2.0 2 Microsoft Windows Microsoft Office 4.3 Professional
1995 Microsoft Access for Windows 95 7 Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51 Microsoft Office 95 Professional
1997 Microsoft Access 97 8 Microsoft Windows 95/98 dan Windows NT 3.51/NT 4.0 Microsoft Office 97 Professional
1999 Microsoft Access 2000 9 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT 4.0/2000 Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
2001 Microsoft Access 2002 10 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT/2000/XP Microsoft Office XP Professional
2003 Microsoft Access 2003 11 Microsoft Windows 2000 (Service Pack 3 ke atas)/XP (Service Pack 1 ke atas)/Server 2003 Microsoft Office System 2003
2007 Microsoft Office Access 2007 12 Microsoft Windows XP (Service Pack 2)/Server 2003/Vista/Server 2008 (Beta 2 ke atas) Microsoft Office System 2007
Pengguna
Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.
Fitur
Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalahform, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.
Pengembangan Access
Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahuibahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.
Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buahpustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, danActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.
Microsoft Access merupakan salah satu program aplikasi database yang paling canggih dan lengkap serta sangat mudah digunakan baik untuk menyortir, mengatur data, membuat label data serta melaporkan informasi penting, misalnya menampung daftar anggota, data-data anggota dan sebagainya. Aplikasi database adalah kumpulan objek access yang bekerja terpadu untuk menyelesaikan masalah. Dengan menggunakan sebuah perogram database, pemakai dapat melaksanakan beberapa operasi dasar, antara lain :
a) Operasi table, tabel adalah sekumpulan data atau informasi spesifik tentang subjek tertentu yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Kolom atau yang lebih dikenal dengan istilah field berisi judul yang mewakili sekumpulan baris. Sedangkan baris atau yang lebih dikenal istilah record berisi kumpulan data yang memiliki karakteristik pengertian yang sama. Jadi satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, maka akan berisi data Nama Anggota, Nomor Anggota, Alamat, dan lain-lain.
b) Operasi Query, Query berarti “mendefinisikan data”, yaitu memanipulasi data dan mengendalikan data tersebut melalui bahasa. Selanjutnya, bahasa yang digunakan untuk mengendalikan manipulasi data adalah bahasa query. Query umumnya digunakan untuk memanipulasi data, record dan field, yang terletak satu atau beberapa tabel dan atau query. Secara lebih spesifik query dirancang untuk merelasi record, data dan field, antara tabel-tabel atau query-query atau kombinasinya, lalu menciptakan field baru beserta record dan data baru dalam query itu sendiri, dan menyajikan bahan untuk membuat form atau report.
c) Operasi Form, form dirancang untuk menampilkan field-field yang dibutuhkan dan tabel penjelasannya dalam format tampilan yang lebih menarik. Sebuah form menitik beratkan pada informasi pada dibutuhkan. Fungsi operasinya adalah untuk memanipulasi record, dan secara lebih spesifik untuk memanipulasi data.
d) Operasi Record, Report (laporan) digunakan untuk menampilkan atau mencetak informasi yang berasal dari tabel atau query. Report merupakan hasil akhir dalam pengolahan data base yang menggunakan Mocrosoft Access. Isi report dapat dimodifikasi dalam arti memanipulasi data base, tetapi hanya menampilkan isi tabel-tabel dan atau query-query.
e) Operasi Micro, yaitu rangkaian aksi yang didefinisikan sebelumnya dimana memanipulasi objek lain dapat digunakan untuk mengotomatisasikan tugas berulang dan memodifikasi tugas berulang.
f) Operasi Module, adalah prosedure Form digunakan untuk memasukkan, menyunting dan menampilkan data yang digunakan menggunakan Access.
Fasilitas pada Microsoft Access
Microsoft Access adalah manajer database relatioship berbasis windows dan didesain dalam lingkungan windows . Microsoft Access mempunyai fasilitas :
a) Access Drag atau Drop dan menyunting query, report, macro, dan form.
b) Mangandung Multiple Document Interface (DMI) Windows.
c) Kemampuan untuk mencakup OLE (Objek Linking and Embedding) seperti suara, video atau gambar sebagai rekaman dalam database sebagai objek dalam form atau report.
d) Pengguna Macro yang memungkinkan otomatisasi tugas rutin tanpa pemrogram.
e) Bahasa Pemrograman, Access Basic, yang dimodelkan pada Visual Basic.
f) Kemampuan untuk membuat aplikasi database yang dapat didistribusikan.
g) Kemampuan menghubungkan dan bahkan menggabungkan format database berdiri sendiri.
h) Arsitektur yang dapat diskalakan memungkinkan Access digunakan sebagian database berdiri sendiri.
i) Validasi data yang baik, jika dibuat level tabel, otomatis diubah menjadi form dan report.
j) Kemampuan membuat dan menggunakan pustaka kode yang dapat dipakai ulang. Kemampuan membuat dan menggunakan Wizard
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.
Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
sejarah
Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993 Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan system operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basisdata dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh drive perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilisVisual Basic for Applications (VBA).
Versi
Tanggal Nama versi Nomor versi Sistem operasi yang didukung Versi Microsoft Office
1992 Microsoft Access 1.1 1 Microsoft Windows
T/A
1993 Microsoft Access 2.0 2 Microsoft Windows Microsoft Office 4.3 Professional
1995 Microsoft Access for Windows 95 7 Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51 Microsoft Office 95 Professional
1997 Microsoft Access 97 8 Microsoft Windows 95/98 dan Windows NT 3.51/NT 4.0 Microsoft Office 97 Professional
1999 Microsoft Access 2000 9 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT 4.0/2000 Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
2001 Microsoft Access 2002 10 Microsoft Windows 98/Me, Windows NT/2000/XP Microsoft Office XP Professional
2003 Microsoft Access 2003 11 Microsoft Windows 2000 (Service Pack 3 ke atas)/XP (Service Pack 1 ke atas)/Server 2003 Microsoft Office System 2003
2007 Microsoft Office Access 2007 12 Microsoft Windows XP (Service Pack 2)/Server 2003/Vista/Server 2008 (Beta 2 ke atas) Microsoft Office System 2007
Pengguna
Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.
Fitur
Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalahform, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.
Pengembangan Access
Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahuibahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.
Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buahpustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, danActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.
Microsoft Access merupakan salah satu program aplikasi database yang paling canggih dan lengkap serta sangat mudah digunakan baik untuk menyortir, mengatur data, membuat label data serta melaporkan informasi penting, misalnya menampung daftar anggota, data-data anggota dan sebagainya. Aplikasi database adalah kumpulan objek access yang bekerja terpadu untuk menyelesaikan masalah. Dengan menggunakan sebuah perogram database, pemakai dapat melaksanakan beberapa operasi dasar, antara lain :
a) Operasi table, tabel adalah sekumpulan data atau informasi spesifik tentang subjek tertentu yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Kolom atau yang lebih dikenal dengan istilah field berisi judul yang mewakili sekumpulan baris. Sedangkan baris atau yang lebih dikenal istilah record berisi kumpulan data yang memiliki karakteristik pengertian yang sama. Jadi satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, maka akan berisi data Nama Anggota, Nomor Anggota, Alamat, dan lain-lain.
b) Operasi Query, Query berarti “mendefinisikan data”, yaitu memanipulasi data dan mengendalikan data tersebut melalui bahasa. Selanjutnya, bahasa yang digunakan untuk mengendalikan manipulasi data adalah bahasa query. Query umumnya digunakan untuk memanipulasi data, record dan field, yang terletak satu atau beberapa tabel dan atau query. Secara lebih spesifik query dirancang untuk merelasi record, data dan field, antara tabel-tabel atau query-query atau kombinasinya, lalu menciptakan field baru beserta record dan data baru dalam query itu sendiri, dan menyajikan bahan untuk membuat form atau report.
c) Operasi Form, form dirancang untuk menampilkan field-field yang dibutuhkan dan tabel penjelasannya dalam format tampilan yang lebih menarik. Sebuah form menitik beratkan pada informasi pada dibutuhkan. Fungsi operasinya adalah untuk memanipulasi record, dan secara lebih spesifik untuk memanipulasi data.
d) Operasi Record, Report (laporan) digunakan untuk menampilkan atau mencetak informasi yang berasal dari tabel atau query. Report merupakan hasil akhir dalam pengolahan data base yang menggunakan Mocrosoft Access. Isi report dapat dimodifikasi dalam arti memanipulasi data base, tetapi hanya menampilkan isi tabel-tabel dan atau query-query.
e) Operasi Micro, yaitu rangkaian aksi yang didefinisikan sebelumnya dimana memanipulasi objek lain dapat digunakan untuk mengotomatisasikan tugas berulang dan memodifikasi tugas berulang.
f) Operasi Module, adalah prosedure Form digunakan untuk memasukkan, menyunting dan menampilkan data yang digunakan menggunakan Access.
Fasilitas pada Microsoft Access
Microsoft Access adalah manajer database relatioship berbasis windows dan didesain dalam lingkungan windows . Microsoft Access mempunyai fasilitas :
a) Access Drag atau Drop dan menyunting query, report, macro, dan form.
b) Mangandung Multiple Document Interface (DMI) Windows.
c) Kemampuan untuk mencakup OLE (Objek Linking and Embedding) seperti suara, video atau gambar sebagai rekaman dalam database sebagai objek dalam form atau report.
d) Pengguna Macro yang memungkinkan otomatisasi tugas rutin tanpa pemrogram.
e) Bahasa Pemrograman, Access Basic, yang dimodelkan pada Visual Basic.
f) Kemampuan untuk membuat aplikasi database yang dapat didistribusikan.
g) Kemampuan menghubungkan dan bahkan menggabungkan format database berdiri sendiri.
h) Arsitektur yang dapat diskalakan memungkinkan Access digunakan sebagian database berdiri sendiri.
i) Validasi data yang baik, jika dibuat level tabel, otomatis diubah menjadi form dan report.
j) Kemampuan membuat dan menggunakan pustaka kode yang dapat dipakai ulang. Kemampuan membuat dan menggunakan Wizard
dBASE
dBase adalah perkembangan pertama dari pemakaian Sistem Manajemen Database untuk komputer, dipublikasikan oleh Ashton-Tate untuk CP/M dan kemudian untuk Apple II, Mcintosh, UNIX, VMS dan IBM PC. Perkembangan dBAse terlalu lama sehingga nmengakibatkan para saingan mereka seperti Visual Foxpro, Microsoft Acces, berkembang lebih baik kepada para pemakainya.Ashton-Tate dibeli oleh Borlan pada tahun 1991 yang setelah itu produk yang diciptakan bernaung dibawah dBase Inc. Pada tahun 2004, dBase Inc mengubah namanya menjadi dataBased Intelligence, Inc.
DB2
DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition (DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
IBM DB2 Express-C merupakan edisi perangkat lunak sistem manajemen basis data keluarga IBM DB2 yang dapat diunduh, digunakan, serta diredistribusikan secara gratis. Versi gratis ini menawarkan baik fitur manajemen basis data relasional serta basisdata berbasis XML
Sejarah
Edisi DB2 Express-C pertama kali dibuat untuk rilis IBM DB2 versi 8.2. Kemudian disertai pula pada rilis-rilis berikutnya seperti versi 9.1 (Viper), 9.5 (Viper 2), serta 9.7 (Cobra). Implementasi atas fitur XML murni (Inggris: pureXML) diperkenalkan pada versi beta dari DB2 9.x.
Keterbatasan
Tidak seperti halnya edisi "express" (gratis) yang ditawarkan oleh kompetitor lain seperti Oracle, ataupun Microsoft, IBM tidak membatasi jumlah serta ukuran data yang disimpan pada basisdata, demikian pula halnya dengan jumlah pengguna yang terkoneksi. IBM juga menyediakan baik versi 32bit maupun 64bit meskipun pada beberapa platform tertentu hanya tersedia versi 64bit saja. Koneksi dapat dilakukan melalui protokol TCP/IP V4 dan V6 atau named pipe.
Keterbatasan yang ada pada versi gratis IBM DB2 Express-C adalah pada penggunaan memori yang dibatasi maksimum hingga 2GB, serta hanya dapat memanfaatkan CPUmaksimum hingga 2 CPU. Namun demikan keterbatasan ini tidak berarti DB2 Express C hanya dapat dijalankan pada mesin-mesin tua, perangkat lunak ini dapat diinstalasi dan dijalankan pada mesin terbaru sekalipun, namun dengan keterbatasan seperti yang disebutkan di atas. Hanya saja umumnya, hal ini tidak menimbulkan masalah yang berarti karena keterbatasan tersebut hanya berlaku di sisi perangkat lunak basisdata, dalam arti ketersediaan sumber daya lainnya yang tersisa dapat dimanfaatkan oleh aplikasi lain, misalnya aplikasi server berbasis java misalnya: Sun Java System Application Server.
Fitur-fitur yang terdapat pada versi Express-C hampir sama seperti pada edisi edisi DB2 Express (produk berbayar) hanya dengan batasan jumlah CPU serta memori yang lebih kecil. Lisensi yang diimplementasikan pada DB2 membatasi penggunaan perangkat lunak ini pada lingkungan yang membutuhkan ketersediaan tinggi (Inggris: high availability environments). IBM juga tidak menawarkan perbaikan/fixpack atas versi lama dari DB2 Express C untuk diunduh secara gratis, namun perangkat lunak ini dapat terus digunakan ataupun diinstalasi jika pengguna masih memilikinya.
IBM DB2 Express-C merupakan edisi perangkat lunak sistem manajemen basis data keluarga IBM DB2 yang dapat diunduh, digunakan, serta diredistribusikan secara gratis. Versi gratis ini menawarkan baik fitur manajemen basis data relasional serta basisdata berbasis XML
Sejarah
Edisi DB2 Express-C pertama kali dibuat untuk rilis IBM DB2 versi 8.2. Kemudian disertai pula pada rilis-rilis berikutnya seperti versi 9.1 (Viper), 9.5 (Viper 2), serta 9.7 (Cobra). Implementasi atas fitur XML murni (Inggris: pureXML) diperkenalkan pada versi beta dari DB2 9.x.
Keterbatasan
Tidak seperti halnya edisi "express" (gratis) yang ditawarkan oleh kompetitor lain seperti Oracle, ataupun Microsoft, IBM tidak membatasi jumlah serta ukuran data yang disimpan pada basisdata, demikian pula halnya dengan jumlah pengguna yang terkoneksi. IBM juga menyediakan baik versi 32bit maupun 64bit meskipun pada beberapa platform tertentu hanya tersedia versi 64bit saja. Koneksi dapat dilakukan melalui protokol TCP/IP V4 dan V6 atau named pipe.
Keterbatasan yang ada pada versi gratis IBM DB2 Express-C adalah pada penggunaan memori yang dibatasi maksimum hingga 2GB, serta hanya dapat memanfaatkan CPUmaksimum hingga 2 CPU. Namun demikan keterbatasan ini tidak berarti DB2 Express C hanya dapat dijalankan pada mesin-mesin tua, perangkat lunak ini dapat diinstalasi dan dijalankan pada mesin terbaru sekalipun, namun dengan keterbatasan seperti yang disebutkan di atas. Hanya saja umumnya, hal ini tidak menimbulkan masalah yang berarti karena keterbatasan tersebut hanya berlaku di sisi perangkat lunak basisdata, dalam arti ketersediaan sumber daya lainnya yang tersisa dapat dimanfaatkan oleh aplikasi lain, misalnya aplikasi server berbasis java misalnya: Sun Java System Application Server.
Fitur-fitur yang terdapat pada versi Express-C hampir sama seperti pada edisi edisi DB2 Express (produk berbayar) hanya dengan batasan jumlah CPU serta memori yang lebih kecil. Lisensi yang diimplementasikan pada DB2 membatasi penggunaan perangkat lunak ini pada lingkungan yang membutuhkan ketersediaan tinggi (Inggris: high availability environments). IBM juga tidak menawarkan perbaikan/fixpack atas versi lama dari DB2 Express C untuk diunduh secara gratis, namun perangkat lunak ini dapat terus digunakan ataupun diinstalasi jika pengguna masih memilikinya.
PostgreSQL
PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain.
Pengguna PostgreSQL
• Yahoo! untuk analisa prilaku pengguna web, menyimpan 2 petabyte data dan mengklaim sebagai gudang data terbesar. Menggunakan versi PostgreSQL yang dimodifikasi, dengan engine penyimpanan berbasis kolom yang sepenuhnya berbeda.
• MySpace, situs jejaring sosial populer, menggunakan basisdata Aster nCluster untuk gudang data, dibangun diatas PostgreSQL tanpa modifikasi.
• OpenStreetMap, proyek kolaboratif untuk menciptakan peta dunia yang bebas sunting.
• Afilias, register domain untuk .org, .info, dan sebagainya.
• Sony Online multiplayer online game.
• BASF, platform belanja untuk portal agribisnisnya.
• hi5.com portal jejaring sosial.
• Skype aplikasi VoIP, basisdata pusat bisnis.
• Sun xVM, perangkat lunak virtualisasi dan otomasi datacenter milik Sun
Pengguna PostgreSQL
• Yahoo! untuk analisa prilaku pengguna web, menyimpan 2 petabyte data dan mengklaim sebagai gudang data terbesar. Menggunakan versi PostgreSQL yang dimodifikasi, dengan engine penyimpanan berbasis kolom yang sepenuhnya berbeda.
• MySpace, situs jejaring sosial populer, menggunakan basisdata Aster nCluster untuk gudang data, dibangun diatas PostgreSQL tanpa modifikasi.
• OpenStreetMap, proyek kolaboratif untuk menciptakan peta dunia yang bebas sunting.
• Afilias, register domain untuk .org, .info, dan sebagainya.
• Sony Online multiplayer online game.
• BASF, platform belanja untuk portal agribisnisnya.
• hi5.com portal jejaring sosial.
• Skype aplikasi VoIP, basisdata pusat bisnis.
• Sun xVM, perangkat lunak virtualisasi dan otomasi datacenter milik Sun
Langganan:
Postingan (Atom)