Selasa, 26 Oktober 2010

Distribusi Normal

Tugas Statistik
2da04




Hidayatunnisa
Delvina Dwi Putri
Fikri
Lilianto Iksan




Distribusi normal

Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.
Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnya distribusi sampling rata-rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesis mengasumsikan normalitas suatu data.
Distribusi normal merupakan salah satu distribusi terpenting dari ilmu statistika.
 Fungsi Distribusi Normal
      Ciri-ciri distribusi normal :
·         Kurvanya membentuk garis lengkung yang halus dan berbentuk seperti genta.
  • Simetris terhadap rata-rata m.
  • Kedua ujungnya (ekor) semakin mendekati sumbu x tetapi tidak pernah memotong.
  • Jarak titik belok kurva tersebut dengan sumbu simetrisnya sama dengan s.
  • Luas daerah di bawah lengkungan kurva normal dari -¥ sampai +¥ sama dengan 1 atau 100%.
 Fungsi Distribusi Normal Standar/Baku.
  • Kurva normal standar adalah kurva normal yang sudah diubah menjadi distribusi nilai Z, dimana distribusi tersebut akan mempunyai m = 0 dan standar deviasi s = 1
  • Variabel normal standar Z adalah
  • Z = Nilai variabel random – Rata-rata variabel random
·         Standar deviasi variabel random
  •  Atau : z = (x - m) / s
  • Kurva distribusi normal kontinu dibuat sedemikian rupa sehingga luas daerah di bawah kurva itu yang dibatasi oleh x = x1 dan x = x2 sama dengan peluang bahwa variabel acak x mengambil nilai antara x = x1 dan x = x2. Jadi kurva normal daerah P(x1<x<x2) dinyatakan oleh daerah yang diarsir. Untuk mengetahui berbagai luas di bawah kurva normal standar maka digunakan Tabel Luas Kurva Normal Standar.
*      Distribusi Probabilitas Normal.
Alasan Dipelajari :
Distribusi probabilitas normal merupakan salah satu distribusi yang paling penting dalam statistika. Banyak peristiwa atau kejadian di alam yang memiliki karakteristik seperti yang di modelkan pada distribusi normal ini. Distribusi ini mempunyai nilai yang jumlahnya tidak terbatas dalam skala atau jarak tertentu. Pada hakikatnya proses kejadian di alam dengan berbagai macam pengukuran menunjukkan gejala normal sebagaimana berlakunya Hukum Bilangan Besar (Law of Large Numbers), dimana kejadian di alam dan perilaku manusia beraneka ragam, namun demikian satu sama lain pada dasarnya akan saling menyesuaikan. Dengan hukum bilangan besar tersebut, peristiwa atau kejadian dapat saling mengimbangi sehingga grafik dari kejadian berbentuk simetris, sisi kanan dan kiri saling melingkupi.
Bentuk :
Kurva berbentuk genta atau lonceng yang simetris
Karakteristik Distribusi Probabilitas Normal
1. Kurva berbentuk genta atau lonceg dan memiliki satu puncak yang terletak di tengah. Nilai rata-rata hitung sama dengan median dan modus.
2. Distribusi probabilitas dan kurva normal berbentuk kurva simetris dengan rata-rata hitungnya.
3. Kurva ini menurun di kedua arah yaitu keeeeee kanan untuk nilai positif tak terhingga dan kekiri untuk nilai negatif tak terhingga.
4. Luas daerah yang terletak di bawah kurva normal tetapi di atas sumbu mendatar sama dengan 1.

*      Distribusi Probabilitas Normal
Bentuk dari distribusi ini dipengaruhi oleh 2 parameter yaitu :
a. Nilai rata-rata
b. Standar deviasinya
Pada proses pembandingan bentuk kurva ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
a. Distribusi probabilitas kurva normal dengan nilai rata-rata sama dan standar deviasi berbeda. Semakin besar standar deviasi, maka kurva akan semakin pendek. Semakin tinggi nilai standar deviasi, maka kurva akan semakin runcing.
b. Distribusi probabilitas kurva normal dengan nilai rata-rata berbeda dan nilai standar deviasi sama. Kedua kurva ini akan memiliki bentuk yang sama, akan tetapi letaknya yang akan berbeda.
c. Distribusi probabilitas kurva normal dengan nilai rata-rata berbeda dan nilai standar deviasi yang berbeda. Kedua kurva ini akan memiliki bentuk yangberbeda sama sekali.
Contoh soal dan penyelesaiaanya :
Ø  Distribusi binomial :

1.  2 mata dadu, dilemparkan sebanyak 3 kali. Berapakah peluang untuk mendapatkan mata
dadu yang bernilai 7 sebanyak 2 kali dari 3 kali pelemparan ini?

Jawab : sukses (x) = muncul mata dadu berjumlah 7.
n = 3
p = 1/6
P(x = 2|3, 1/6) =
2!1!
3!
1/62 . 5/61 = 5/72

Jadi, peluang untuk mendapatkan mata dadu bernilai 7 sebanyak 2 kali dari 3 kali
pelemparan adalah 5/72

2. Di dalam suatu wadah terdapat 3 bola putih dan 3 bola hijau. Akan dilakukan pengambilan
bola sebanyak 4 kali. Berapa probabilitas akan terambil bola hijau sebanyak 2 kali dari 4 kali
pengambilan ini?

Jawab : sukses (x) = 2

n = 4
p = 3/6 = ½
P(x = 2| 4, ½) = 1/ 2
2!1!
4! 2 . 1/22 = ¾

Jadi, probabilitas akan terambil bola hijau sebanyak 2 kali dari 4 kali pengambilan adalah ¾

3. Suatu ruangan aula yang besar, memiliki 3 lampu merah dan 5 lampu putih. Saklar dari
lampu-lampu itu, disusun secara acak. Seseorang ingin menyalakan lampu dan akan menekan
saklar sebanyak 4 kali. Berapa probabilitas ia menyalakan 2 lampu merah dari 4 kali ia
menyalakan lampu?

Jawab : sukses (x) = 2

n = 4
p = 3/5
P(x = 1|4, 3/8) =
2!2!
4!
3/81 . 5/82 = 0, 88

Jadi, probabilitas ia menyalakan 2 lampu merah dari 4 kali menyalakan ialah 0, 88

Ø  Distribusi Hipergeometri

1. Di suatu complex perumahan, terdapat 10 kepala keluarga. Terdapat 4 kepala keluarga yang
berumur di bawah 40 tahun dan 6 kepala keluarga berumur di atas 40 tahun. Di complex ini
akan diadakan pemilihan kepala RT, sekretaris, bendahara dan keamanan. Berapa
kemungkinan dari 4 jabatan ini, akan diisi oleh 3 kepala keluarga berumur di atas 40 tahun?

Jawab : sukses (x) = 3

N = 10
T = 6
N = 4
P(x=3| 10, 6, 4) =
N n
T x N T n x
C
C C 
= 8/21

Jadi, probabilitas 4 posisi jabatan itu akan diisi oleh 3 kepala keluarga berumur di atas 40
tahun adalah 8/21

2. Suatu group band sedang mencari personil band, yaitu vocalis, gitaris dan drummer. Kriteria
untuk personil – personil ini adalah mereka menyukai lagu pop ataupun rock. Dari hasil
seleksi, mereka mendapatkan 6 kandidat, yaitu 4 menyukai lagu pop dan 2 menyukai lagu
rock. Berapa probabilitas 3 posisi itu diisi oleh 3 kandidat yang menyukai lagu pop?

Jawab : sukses (x) = 3

N = 6
T = 4
n = 3
P(x = 3| 6, 4, 3) =
N n
T x N T n x
C
C C 
= 1/5

Jadi, probabilitas group band tersebut mendapatkan 3 kandidat yang menyukai lagu pop
untuk mengisi 3 posisi itu adalah 1/5

3. Suatu perusahaan akan mengerjakan suatu project. Maka dari itu dibentuk tim yang terdiri
dari 4 orang untuk memimpin berjalannya project. Ada 10 kandidat yang terdiri dari 3
manager baru dan 7 manager senior. Berapakah probabilitas terpilihnya 2 manager baru
untuk mengisi 4 posisi itu?

Jawab : sukses (x) = 2

N = 10
T = 3
n = 4
P(x = 2|10, 3, 4) =
N n
T x N T n x
C
C C 
= 3/10

Jadi, probabilitas terpilihnya 2 manager baru untuk mengisi 4 posisi itu adalah 3/10





Ø  Distribusi Poisson


1. Rata – rata pengunjung di kios itu tiap jam adalah 8 pengunjung. Berapakah probabilitas
akan ada 6 pengunjung dalam satu jam tertentu?

Jawab : sukses (x) = 6

Mean sukses = 8
P(x = 6|8) = (86) (2,7183-8) / 6! = 0, 122

Jadi, probabilitas akan ada 6 pengunjung dalam 1 jam tertentu adalah 0, 122

2. Dari pusat survei, tercatat bahwa rata – rata kriminal yang terjadi di suatu daerah tiap hari
adalah 7 kasus. Berapakah probabilitas terdapat 4 kasus dalam 1 hari tertentu?

Jawab : sukses (x) = 4

Mean sukses = 7
P(x = 4|7) = (74) (2,7183-7) / 4! = 0, 091

Jadi, probabilitas terdapat 4 kasus dalam satu hari tertentu adalah 0,091

3. Rata-rata truk yang lewat di suatu komplex rumah toko tiap jam adalah 6 buah. Berapakah
probabilitas 5 truk lewat dalam satu jam tertentu?

Jawab : sukses (x) = 5
Mean sukses = 6
P(x = 5|6) = (65 ) (2,7183-6) / 4! = 0, 1606

Jadi, probabilitas 5 truk lewat dalam satu jam tertentu adalah 0, 01606

Ø  Distribusi Random

1. Dalam suatu kotak terdapat 7 bola yang memiliki warna yang berbeda-beda. Apabila diambil
1 bola secara random. Tentukan probabilitasnya!

f(x;7)=1/7 dengan x=7 bola.
Jadi, probabilitas terambil bola secara acak adalah 1/7

2. Dalam 1 kotak terdapat kaset dengan lagu-lagu keroncong, pop, rock, barat, campur sari, dan
dangdut. Kaset tersebut tersusun secara random. Apabila diambil 1 kaset maka tentukan
probabilitasnya!

f(x;6)=1/6 dengan x= keroncong, pop, rock, barat, campur sari, dan dangdut.

Jadi, probabilitas terambil 1 kaset adalah 1/6

3. Sebuah industri yang memproduksi permen telah mengambil secara random 1 buah sampel
dalam 1 box besar. Di dalam kotak tersebut berisi permen yang berasa strawberry, jeruk dan
mangga masing-masing 1 buah. Semua permen mempunyai bentuk dan ukuran yang sama.
Tentukan probabilitasnya!

f(x;3)=1/3 dengan x= permen berasa strawberry, jeruk dan mangga.

Jadi, probabilitas mendapatkan 1 rasa permen adalah 1/3

BASIS DATA



BASIS DATA

Basis data merupakan sumber informasi yang dapat dipakai bersama. Setiap
pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda terhadap data yang disimpan di
dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat arsitektur komersial
DBMS yang didasarkan pada perluasan arsitektur yang disebut sebagai arsitektur
ANSI-SPARC. Oleh karena itu, materi ini akan membahas tingkatan arsitektur basis
data, karakteristik fungsional DBMS, bahasa yang digunakan di dalam DBMS serta
model-model data. Materi-materi tersebut mengetengahkan latar belakang informasi
yang penting pada DBMS .

TUJUAN
Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu
pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana
data disimpan dan dimanipulasikan. Oleh karena itu, titik awal untuk perancangan
sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan
informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data.
Basis data merupakan suatu sumber yang bisa  digunakan bersama maka setiap pemakai
membutuhkan pandangan yang berbeda-beda terhadap data di dalam basis data. Untuk
memenuhi kebutuhan ini, arsitektur  komersial basis data yang banyak digunakan telah
tersedia saat ini dan telah mengalami perluasan yaitu arsitektur ANSI-SPARC.
Materi ini menyediakan latar belakan informasi yang penting pada basis data,
diantaranya tiga tingkatan arsitektur ANSI-SPARC, pengenalan model data, fungsi
yang disediakan oleh DBMS multi user.



Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang
pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.  3 tingkatan arsitektur basis data :
1. Tingkat Eksternal (External Level)
 Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada
tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai
tertentu. Tingkat eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari
sebuah basis data. Masing-masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk
yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada
entitas, atribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja.
2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
 Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data.
Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan
hubungan antara datanya.
Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual adalah :
 - semua entitas beserta atribut dan hubungannya
 - batasan data
 - informasi semantik tentang data
 - keamanan dan integritas informasi
Semua cara pandang pada tingkat eksternal berupa data yang dibutuhkan oleh
pemakai harus sudah tercakup di dalam tingkat konseptual atau dapat diturunkan
dari data yang ada. Deskripsi data dari entitas pada tingkat ini hanya terdiri dari
jenis data dan besarnya atribut tanpa memperhatikan besarnya penyimpanan
dalam ukuran byte.

3. Tingkat Internal (Internal Level)
 Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam komputer. Pada tingkat
ini menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam
peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical
storage.
Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :
- alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
- deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk
data elemen
- penempatan record
- pemampatan data dan teknik encryption

Data Independence
Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data
independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah
tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Ada 2 jenis data independence, yaitu :
1. Physical Data Independence
                Bahwa internal schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu conceptual
schema. Dengan kata lain physical data independence menunjukkan kekebalan
conceptual schema terhadap perubahan internal schema.
2. Logical Data Independence
Bahwa conceptual schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu external
schema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan
external schema terhadap perubahan conceptual schema.


Prinsip data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam
pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :
1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa
mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
2. Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan
produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah
ada.
3. Untuk memindahkan perkembangan program-program aplikasi
4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan dan
integritas data dengan memperhatikan perubahan-perubahan kebutuhan
pengguna.

Bahasa Dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang
mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan
adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk
mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis
data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen
basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada
bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis
data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL)
Bahasa yang digunakan dalam mendefinisikan struktur atau kerangka dari basis
data, di dalamnya termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya

2. Data Manipulation Language (DML)
 Bahasa yang digunakan untuk menjabarkan pemrosesan dari basis data, fasilitas
ini diperlukan untuk memasukkan, mengambil, mengubah data. DML dipakai
untuk operasi terhadap isi basis data
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
 Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan
dilaksanakan.
2. Non Procedural
Digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan
bagaimana cara pengambilannya.

Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host
language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai
terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program
aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak
menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.
DBMS mempunyai tugas untuk menangani semua bentuk akses kepada basis data,
secara konsep :
1. Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan DBMS
2. DBMS menangkap dan menginterpretasikan
3. DBMS mencari :
- eksternal / conceptual mapping
- conceptual schema
 - konseptual / internal mapping
 - internal schema

4. DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis data tersimpan.

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data,
hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari
sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah
dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model
data berbasis objek atau model data berbasis record.
1. Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan
antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
- entity-relationship
- semantic
- functional
- object-oriented
2. Model Data Berbasis Record
Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam
bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis
model data berbasis record yaitu :
- model data relasional (relational)
- model data hierarkhi (hierarchical)
- model data jaringan (network)




Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system
adalah :
1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
 Sebuah DBMS harus menyediakan kemampuan menyimpan, mengambil dan
merubah data dalam basis data.
2. Katalog yang dapat diakses pemakai
 Menyediakan sebuah katalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan
diakses oleh pemakai.
3. Mendukung Transaksi
                Menyediakan mekanisme yang akan menjamin semua perubahan yang
berhubungan dengan transaksi yang sudah ada atau yang akan dibuat.
4. Melayani kontrol concurrency
 Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme yang menjamin basis data ter-
update secara benar pada saat beberapa pemakai melakukan perubahan
terhadap basis data yang sama secara bersamaan.
5. Melayani recovery
 Menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan sebelum
terjadinya kerusakan pada basis data tersebut.
6. Melayani autorisasi
 Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme untuk menjamin bahwa hanya
pemakai yang berwenang saja yang dapat mengakses basis data.
7. Mendukung komunikasi data
 Sebuah DBMS harus mampu terintegrasi dengan software komunikasi.
8. Melayani integrity
                Sebuah DBMS bertujuan untuk menjamin semua data dalam basis data dan
setiap terjadi perubahan data harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
9. Melayani data independence
 Sebuah DBMS harus mencakup fasilitas untuk mendukung kemandirian program
dari struktur basis data yang sesungguhnya.
10. Melayani utility
Sebuah DBMS sebaiknya menyediakan kumpulan layanan utility.

Komponen DBMS
1. Query Processsor
 Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke
database manager
2. Database Manager
                Database manager menerima query dan menguji skema eksternal dan
konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi
permintaan. Kemudian DM memanggil file manager untuk menyelesaikan
permintaan
3. File Manager
Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada
disk.
4. DML Preprocessor
 Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam
bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language.
5. DDL Compiler
 Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata.
6. Dictionary Manager
                Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh
komponen DBMS yang lain.
Komponen software utama database manager adalah :
1. Authorization Control
 Modul yang memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk
menyelesaikan operasi
2. Command Processor
                Memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk menyelesaikan operasi
3. Integrity Checker
 Untuk semua operasi yang merubah basis data, integrity checker memeriksa
operasi yang diminta memerlukan batasan integritas.
4. Query Optimizer
Modul ini menentukan strategi yang optimal untuk eksekusi query
5. Transaction Manager
 Modul ini mengerjakan proses-proses yang dibutuhkan operasi yang diterima
transaksi
6. Scheduler
 Modul ini bertanggung jawab untuk menjamin operasi secara bersamaan
terhadap basis data sehingga berjalan tanpa ada masalah antara yang satu
dengan yang lain.
7. Recovery Manager
 Modul ini menjamin basis data tetap konsisten walaupun terjadi kerusakan.
8. Buffer Manager
 Modul ini bertanggung jawab terhadap pemindahan data antara main memory
dan secondary storage, seperti disk dan tape.
Arsitektur DBMS Multi User
Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing, dimana satu
komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal seperti pada gambar di bawah ini.

Semua pemrosesan dikerjakan dalam batasan fisik komputer yang sama. Terminal
untuk pemakai berjenis 'dumb', yang tidak dapat berfungsi sendiri dan masing-
masing dihubungkan ke komputer pusat. Terminal-terminal tersebut mengirimkan
pesan melalui subsistem pengontrol komunikasi pada sistem operasi ke program
aplikasi, yang bergantian menggunakan layanan DBMS.
Dengan cara yang sama, pesan dikembalikan ke terminal pemakai. Arsitektur ini
menempatkan beban yang besar pada komputer pusat yang tidak hanya
menjalankan program aplikasi tetapi juga harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan
pada terminal seperti format data untuk tampilan di monitor.

File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File
server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun
aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation tetapi tetap meminta
file dari file server jika diperlukan .
Dengan cara ini, file server berfungsi sebagai sebuah hard disk yang digunakan
secara bersamaan.
Kerugian arsitektur file-server adalah :
- Terdapat lalulintas jaringan yang besar
- Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
- Kontrol terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks
karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan






Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan
arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software
berinteraksi dalam bentuk sistem.
Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber
dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan
server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya
server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation
tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai,
memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang
lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk
response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis
data kemudian mengembalikan hasil ke client.

Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas,
pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu
juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.

Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
• Memungkinkan akses basis data yang besar
• Menaikkan kinerja
• Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU
yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah
merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
• Biaya untuk hardware dapat dikurangi
• Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup
untuk menyimpan dan mengatur basis data
• Biaya komunikasi berkurang
• Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya
bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan
data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
• Meningkatkan kekonsistenan
• Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu
didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan
pemeriksaan sendiri
• Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami

Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
·         Client
·         Server
·         Mengatur user interface
·         Menerima dan memproses basis data
·         yang diminta dari client
·         Menerima dan memeriksa sintaks input
·         dari pemakai
·         Memeriksa autorisasi
·         Memproses aplikasi
·         Menjamin tidak terjadi pelanggaran
·         terhadap integrity constraint
·         Generate permintaan basis data dan
·         memindahkannya ke server
·         Melakukan query/pemrosesan update
·         dan memindahkan response ke client
·         Memberikan response balik kepada
·         pemakai
·         Memelihara data dictionary
·         Menyediakan akses basis data secara
·         bersamaan
·         Menyediakan kontrol recovery

Data Dictionary
Data dictionary adalah tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data
dalam basis data. Data dictionary biasa disebut juga dengan metadata atau data
mengenai data. Modul pengontrol otorisasi menggunakan data dictionary untuk
memeriksa apakah seorang pemakai perlu mempunyai wewenang.
Untuk mengerjakan pemeriksaan tersebut data dictionary menyimpan :
• nama-nama pemakai yang mempunyai wewenang untuk menggunakan DBMS
• nama-nama data item yang ada dalam basis data
• data item yang dapat diakses oleh pemakai dan jenis akses yang diijinkan,
misalnya: insert, update, delete atau read .

Sedangkan untuk memeriksa integritas data, data dictionary menyimpan :
• nama-nama data item dalam basis data
• jenis dan ukuran data item
• batasan untuk masing-masing data item
Sistem data dictionary dapat dibedakan atas sistem aktif dan pasif. Sistem aktif
selalu konsisten dengan struktur basis data karena secara otomatis dikerjakan oleh
sistem. Sebaliknya, sistem pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang
dilakukan oleh pemakai.